Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Sekdaprov Riau Yan Prana Dijerat Pasal Berlapis, Berapa Tahun Ancaman Hukuman?

.
Rabu, 23 Des 2020 | dilihat: 315 kali

AmanatRakyat.com (PEKANBARU) - Sekda Provinsi Riau, Yan Prana Jaya Tersandung kasus korupsi dan sudah ditahan oleh pihak Kejati Riau. Pasal berlapis disangkakakan oleh Jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau untuk Yan Prana.

Kasus dugaan korupsi yang menimpa Yan Prana terkait anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2014-2017.

Ketika itu Yan Prana bertindak sebagai Kepala Bappeda Siak sekaligus Pengguna Anggaran.

Kasus yang akhirnya menjerat pria yang juga menjabat Komisaris Utama (Komut) Bank Riau Kepri (BRK) sebagai pesakitan ini, ditangani jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

"(Tersangka dijerat) pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 10, pasal 12E, pasal 12F. Ancaman sampai 20 tahun (kurungan penjara)," kata Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi, Selasa (22/12/2020) sore.

Hilman menuturkan, tersangka bahkan sempat mangkir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

"Makanya kita lihat, termasuk tadi mengarah-ngarahkan saksi (lain). Ada tujuan seperti itu."

" Tidak ada itikad baik. Kalau ada itikad baik pasti dia mengakui (perbuatannya) dan menyerahkan (kerugian negara)," tutur Hilman.

Sebagaimana diketahui, Yan Prana Jaya, resmi menyandang status tersangka dalam perkara dugaan korupsi anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2014-2017.

Dugaan rasuah terjadi saat Yan Prana menjabat sebagai Kepala Bappeda di Kabupaten berjuluk Kota Istana itu.

Adapun Bupatinya saat itu, adalah Syamsuar. Yang saat ini menjabat sebagai atasan Yan Prana, yaitu Gubernur Riau.

Tak hanya itu, orang nomor tiga di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tersebut juga langsung ditahan jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, selaku pihak yang menangani perkara, pada Selasa (22/12/2020) sore.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Yan Prana sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Dia datang ke Kantor Korps Adhyaksa Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB

Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Yan Prana saat digiring keluar Kantor Kejati Riau, untuk masuk ke mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan Klas I Pekanbaru, sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebelum Sekda Provinsi Riau itu dikawal jaksa dan kepolisian keluar Kantor Kejati Riau, terlihat sejumlah orang yang menurut informasi, merupakan pihak keluarga Yan Prana masuk ke dalam.

Tampak seorang wanita ikut diantaranya. Disebut-sebut wanita itu adalah istri dari Yan Prana.

Selain itu, ada pula dua orang tim medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), juga masuk ke dalam Kantor Kejati Riau.

Keduanya dimungkinkan sebagai orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Yan Prana Jaya sebelum ditahan.

"Hari ini tim penyidik berpendapat, ditetapkan sebagai tersangka. Sore ini dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan," kata Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi.

Adapun alasan penahanan kata Hilman, sifatnya objektif.

"Kalau ada 3 (alasan), pertama melarikan diri, tidak mungkin, dia sendiri ASN. Kedua kalau mengulangi tindak pidana, kejadian di Siak, juga tidak," sebut Hilman.

"Tetapi alasan menghilangkan barang bukti. Itu yang jadi alasan kita, laporan penyidik ke kita ada indikasi seperti itu."

" Termasuk indikasi mencurigai melakukan penggalangan-penggalangan saksi. Jadi itu yang membuat penyidik bahwa dia (Yan Prana) ditahan," sambung dia.

Diungkapkan Hilman, dari hasil penghitungan sementara, nilai kerugian keuangan negara akibat perbuatan Yan Prana sekitar Rp1,8 miliar.

"Total nilai anggaran berapa lupa. Modus operandi dia sebagai Pengguna Anggaran (PA). Melakukan pemotongan atau pemungutan setiap pencarian yang sudah dipatok, sekitar 10 persen."

" Yang dipotong baru hitungan Rp1,2 miliar gitu atau Rp1,3 miliar," terang Aspidsus Kejati Riau.

Disinggung soal tersangka lain, Hilman menjawab sementara belum ada arah ke sana.

"Hari ini yang baru bisa penyidik simpulkan (Yan Prana), untuk diusulkan kepada kita," paparnya.

Hal ini dikarenakan proses Yan Prana keluar menuju mobil tahanan yang menantinya, sangat cepat. Belum lagi dia dikawal tim kejaksaan dan kepolisian.

Selain itu, kondisi Yan Prana yang mengenakan masker, membuat awak media tak bisa melihat gerak mulut dan juga tidak bisa mendengar suaranya dengan jelas.

Ternyata di sumber rekaman video lain, yang pengambilannya berada lebih dekat dengan Yan Prana, terdengar Sekda Provinsi Riau itu menanggapi singkat terkait penahanan dirinya. Suaranya terdengar begitu halus.

"Ya, tanya penyidik aja," ucap Yan singkat.

Setelah itu tak ada lagi kata keluar dari mulutnya sampai dia masuk ke dalam mobil tahanan yang telah menunggunya.

Yan Prana selanjutnya dibawa ke Rutan Klas I Pekanbaru.

 

 

 

 

Sumber : Tribun



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved