Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Potongan Rp 20 Untuk Jalan Dimana
Perbaikan Jalan Dipertanyakan Masyarakat

Red
Jumat, 25 Mar 2016 15:23:44 WIB | dilihat: 883 kali

AMANATRAKYAT.COM - PEKANBARU Kelompok Tani yang bergabung di Koperasi Usaha Desa ( KUD )Rimba Seminai Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu mulai angkat bicara karena perbaikan jalan di daerahnya tidak jelas dalam arti panjang bangunan jalan yang rusak atau dana perawatan selama 3 tahun terahir ini yang dihitung masyarakat daerah itu di sana sekitar Rp 1.8 Milyar dipertanyakan masyarakatnya, sebab selama 3 tahun KT yang setor buah sawit dan di bawah kepemimpinan KUD tersebut jika di potong Rp 20 pertonasenya dan selama 3 tahun itu dikemanakan anggarannya.

kami melewati jalan tidak ada enaknya didalam menyetorkan buah sawit ke Perusahaan PT Regunas, bisa di bayangkan setoran buah sawit ke PT Regunas dipotong langsung sebanyak Rp 20 per tonasenya, katanya untuk pembangunan jalan tetapi yang di bangun kok seberapa panjang nya, padahal per bulan tonase buah sawit yang masuk ke PT sekitar 2.500 ton dan jika di kalikan selama satu tahun sudah berapa pula banyaknya, dan jika kita kalikan selama 3 tahun terahir ini saja sudah mencapai Rp1,8 milyar, jadi untuk apa uang sebanyak itu kalau tidak untuk dipergunakan pembangunan jalan,Sebut Syam dan warga lainnya yang namanya tidak mau di sebutkan

Disamping itu, Uang petani yang ada pada KUD juga sudah susah untuk diminta secara langsung dan ketua selalu berjanji dan tidak tepat janji pula untuk membayar uang buah sawit petani yang telah di setorkan ke PT Regunas. "Tegasnya

begitu juga fee desa Rimba Seminai sampai setakat ini juga tidak banyak yang tahu, Muliyono sebagai Sekdes juga dikomfirmasikan hal ini tidak mengetahui adanya fee desa dari KUD Usaha Tani Bersama tersebut, jadi persoalan desa kini sudah mulai tak jelas.

Ketua KUD Usaha Tani Bersama, Aprizal ketika diokomfirmasikan hal tersebut secara mendetail menjelaskan katanya, untuk potongan Rp 20 tersebut kini sudah tidak sebanyak yang di hitung oleh masyarakat, karena saat ini setoran buah sawit dengan buah sawit yang trek kini sekitar 350 ton dan bukan 2.500 ton. dan uang petani semua masuk pada rekening KT dan nantinya yang berhak mengambilkan Ketua KUD dan Bendahara setelah di tandatangani dan baru di berikan kepada Kelompok tani untuk petani

kalau untuk dana perawatan jalan sudah kita lakukan dengan kemampuan dana yang ada, karena potongan dana pertonase tersebut bukan kepada Ketua KUD akan tetapi melalui PT Regunas setelah dilakukan timbang buah sawit tersebut. jadi bukan saya yang mengantongi potongan dana tersebut.

kalau hal ini sangat merugikan tentu akan saya beberkan semua, biar semua orang tahu tentang desa kita ini, ibarat nya tidak singkronisasi terhadap pengurus desa, sebenarnya hal ini tidak perlu di ekspos keluar, akan tetapi kalau sudah main ya ayuk lah, kami juga siapkan data." Sebutnya

sementara itu, Camat Rakit Kulim Drs. Nursisman ( Cak Nur ) panggilan Akrabnya ketika persoalan ini dikomfirmasikan kepadanya melalui saluran telephonnya tidak diangkat, sampai berita ini dimuat Camat Rakit Kulim belum bisa dikomfirmasikan, 

   



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved