Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Petani Karet Inhu Menjerit
Biaya Pendidikan Sekolah Terancam

salim
Senin, 07 Mar 2016 11:31:52 WIB | dilihat: 1143 kali
Foto:

Harga-Karet-di-Inhu-Hanya-Cukup-untuk-Seperempat-Kilo-Beras



 

RENGAT-AR.COM- Anjloknya Harga Karet di Kabupaten Indragiri Hulu  harus mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Inhu, karena hal ini menjadikan petani karet menderita dan sangat jauh dari berkecukupan." Jeritan petani karet ini masih terus mengeluh nilai jual perkilo hanya bisa untuk beli beras seperempat kilo

Seperti yang disampaiakan Sutioko, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pasir Penyu Inhu, Minggu (6/3) kemarin  menyatakan bahwa saat ini kondisi petani karet sudah sangat memprihatinkan, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja sudah sangat sulit.

"Hal ini disebabkan oleh karena Anjloknya harga karet yang hanya Rp. 3000 perkilo, jika dibanding dengan harga beras yang berkisar Rp.

12 ribu perkilo 1 Kilo Karet hanya mampu untuk membeli beras seperempat kilo saja", katanya.

Hal ini menyebabkan kehidupan para petani karet sangat terpuruk, bahkan petani Karet di Inhu khususnya di Kecamatan Pasir Penyu sangat mengkhawatirkan dan perlu dicarikan solusinya.

"Kalau harga karet tetap masih bertahan hingga Rp 3000/Kg maka dapat dipastikan nasib petani karet akan benar-benar berada diambang kehancuran", ujaranya.

Untuk itu dirinya berharap ada terobosan dari pemerintah untuk meningkatkan harga karet tersebut, agar hal ini tidak terus berlanjut sehingga nasib petani karet dapat diselamatkan, tutupnya.

Ditempat yang berbeda, Yudi Warga Bukit Petaling ditemui wartawan ini jug keluhkan hasil karet yang ditekuninya untuk kelangsungn hidup, lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan hasil karet nya, karena untuk beli makanan pokok harus ada 4 kg getah baru bisa sebanding dengan 1 kg beras disamping itu juga iklim saat ini tidak mendukung.

Hal seperti ini kalau semakin lama betahan dan tidak ada kenaikan harga karet maka kami petani karet akan semakin hancur tidak bisa meneruskan pendidikan sekolah anak anak, sebab untuk biaya makan saja kami selalu tekor dari minggu ke minggu" Ujarnya ***(lim) 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved