Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Nama Sekda Kuansing, Dedy Sambudi Muncul Dalam Dugaan Kasus Dana Covid 19 Dan BOK Kampar

Laporan : A. Rustandi
Senin, 26 Sep 2022 05:09 WIB | dilihat: 125 kali

AmanatRakyat.Com (PEKANBARU) - Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Dedy Sambudi, diduga masih terbelit kasus dugaan korupsi penggunaan dana Covid 19 dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kabupaten Kampar 2017-2020. Senin, 26/09/2022.

 

Hal itu disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Pemuda Kampar, pada Kamis (5/11/2020) saat melakukan orasi didepan Balai kediaman Bupati Kampar. Dalam aksi tersebut Poster Kepala Dinas Kesehatan Dedi Sambudi Dipajang dengan berapa tulisan tuntutan terhadap Penegak Hukum dan Bupati Kampar, dikutip dari klikMX, 05/11/2020.

 

Kabarnya, kasus ini juga sudah di proses oleh Dirkrimsus Polda Riau sejak tahun 2018 lalu, namun sejumlah pihak merasa ada permainan, dan tidak puas, sebab ketahui, Kepala Dinas Kesehatan kala itu dijabat oleh Dedy Sambudi, yang kini malah melenggang jadi sekda kabupaten Kuantan Singingi. 

 

, "Sebagai Kepala Dinas Kesehatan kala itu di Kampar, Dedy Sambudi seharusnya yang paling bertanggung jawab, atas pengunaan dana Covid 19, dan adanya pemotongan 10% atas dana BOK dan tidak tersalurnya hak-hak bidan Desa di Kampar, " Sebut seorang dari gabungan Aliansi mahasiswa. 

 

Bahkan lebih tegas lagi, Kordinator Aksi Miky Rinaldi kala itu menyampaikan orasi dan aksi yang dilakukan bukan berdasarkan kebencian. Namun sebagaimana disebutnya, atas dasar aspirasi rakyat Kabupaten Kampar. 

 

"Oleh karena itu kami minta Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dedi Sambudi, untuk bertanggungjawab dan transparansi dalam anggaran Covid 19, yang anggaranya miliaran rupiah, "ungkapnya.

 

Isu terbaru akhir-akhir ini adalah, ternyata Dedy Sambudi, bukan saja dianggap mampu selamatkan diri dari jerat hukum soal dugaan kasus dana Covid 19 dan dan BOK Kampar itu, malahan, kabarnya, Dedy Sambudi saat ini sedang berkuasa di Pemkab Kuansing, dengan adanya rumor dikalangan PNS dan masyarakat, bahwa Dedy memperjual belikan jabatan kepada PNS, dikalangan Pejabat Pemkab Kuansing, dengan nominal yang mencapai puluhan juta. 

 

, "Kami minta Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi dapat menyelidiki informasi ini. Biasanya, tidak akan ada kabar-kabar jika tidak ada peristiwa. Atau tidak ada asap jika tidak ada api, sehingga kami meminta kepada Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, agar selamatkan Pemkab kuansing dari tindakan Korupsi, karena itu akan menyengsarakan masyarakat," Pintar seorang Sumber di Kuansing. (A.Rustandi)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved