Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
PROF.DR.ILYAS HUSTI Dimata Ulama Riau

Rlis/ar
Minggu, 31 Jul 2022 08:40 WIB | dilihat: 66 kali
Foto: PROF.DR.ILYAS HUSTI

Pekanbaru-amanatrakyat.com Melihat kondisi dan informasi yang berkembang beberapa hari ini, tentang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau. Beberapa pengurus inti banyak mengundurkan diri,dan bergaungnya Musdalub dari kalangan Ormas dan MUI kab/Kota meminta Kepemimpinan Ilyas Husti di ganti dari jabatan Ketua,
Bahkan beberapa tokoh Agama sudah berkonsultasi ke tingkat MUI pusat,agar Musdalub segera dilakukan.


Penomena ini terjadi akibat kurang piawainya Prof.Ilyas Husti membenahi MUI yang telah dipercayai pusat untuk menjadi Nakhodanya.
H.Rasyidi Hamzah salah satu tokoh Agama,sangat prihatin melihat informasi yang berkembang dan pernyataan beberapa tokoh Agama agar musdalub segera dilakukan.
Menurut Rasyidi Hamzah,ketidak percayanya sebagian ulama terhadap Ilyas Husti,sudah sejak awal pemilihan melalui musda MUI tahun 2021.


Karna beliau duduk dipaksakan melalui musyawarah yang penuh interik sehingga pelaksanaannya dengan situasi yang agak panas.
Karna situasi musyawarah yang tidak lazim dalam pemilihan MUI yang notabene para tokoh ulama dan ormas yang ada di dalamnya.


Dengan penetapan ketua terpilih Ilyas Husti yang dipandang oleh peserta Musda kurang tepat dan tidak sesuai aturan,maka banyak para tokoh ulama dan ormas tidak bersedia masuk dalam Jajaran kepengurusan alias menolak.


Dalam penyusunan pengurus hanya beberapa ormas yang mau ikut didalam kepengurusan MUI dibawah Ilyas Husti,selebihnya masuk dikalangan akademisi dan orang perorang,sampai mantan walikota Firdaus masuk didalam kepengurusan Ilyas Husti.


Lebih kurang satu tahun ke pengurusannya timbul gejolak dengan mundurnya beberapa pengurus teras MUI seperti sekretaris,Bendahara dan beberapa pengurus inti lainnya mengajukan surat pengunduran diri sehingga sulit bagi Ilyas Husti untuk melanjutkan kepemimpinannya di MUI Riau.


Menurut Rasyidi Hamzah Ilyas Husti yang bergelar Profesor sebenarnya sangat cocok untuk menjadi ketua MUI Riau,dengan gelar yang disandangnya cukup bergensi untuk sebuah organisasi papan atas di Riau,pengalaman cukup baik,pernah menjadi ketua MUI Pekanbaru cukup berhasil,dan memegang jabatan Direktur Pasca Sarjana UIN Susqa saat ini.


Namun sayang kepemilihan beliau selaku ketua tidak murni musyawarah lebih kepada keinginan Pribadi dan orang tertentu,sehingga tidak dengan legalitas yang benar.
Setelah beliau menjadi ketua tidak merangkul para tokoh ulama dan tokoh ormas,yang seharusnya beliau lakukan sejak awal.
Sehingga timbul gejolak dan terjadinya keinginan para tokoh dilaksanakan Musdalub...semoga menjadi pelajaran kedepan imbuh Rasyidi.



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved