Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kejati Banten Tangkap Tersangka Korupsi Rp 11 Miliar di Bank BJB Syariah

Admin
Sabtu, 19 Feb 2022 04:36 WIB | dilihat: 230 kali

AMANATRAKYAT.COM (JAKARTA) - Satu lagi tersangka korupsi pemberian kredit pembiayaan pembelian kapal yang tidak sesuai prosedur tahun 2016 pada Bank Jawa Barat (BJB) Syariah ditangkap Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten. Kali ini, tim penyidik menangkap HH, penerima kredit pada Bank Jawa Barat (BJB) Syariah sebesar Rp11 miliar.

Asisten Intelijen Kejati Banten, Adhyaksa Darma Yuliano SH MH, mengatakan, Jumat tanggal 18 Februari 2022 sekira pukul 16.30 WIB di Hotel Santika Taman Mini, Cipayung, Jakarta Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Banten telah melakukan penangkapan terhadap Tersangka HH (selaku Direktur PT. HS penerima Kredit 11 Miliar dari BJB Syariah Tahun 2016).

Adapun alasan penangkapan tersangka HH di karenakan tersangka HH telah dipanggil beberapa kali secara patut, namun selalu tidak menghadiri panggilan tanpa keterangan. 

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa pada Kamis tanggal 17 Februari 2022 telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Banten yaitu :

Tersangka I. TS (Direktur Pembiayaan BJB Syariah Pusat Tahun 2016 juga selaku Komite Pembiayaan/Pemutus Kredit)

Tersangka II. HA (selaku Direktur Operasional BJB Syariah Pusat Tahun 2016 juga selaku Komite Pembiayaan/Pemutus Kredit), Tersangka III. YG (selaku Direktur Dana dan Jasa sekaligus Plt. Direktur Utama BJB Syraiah Pusat Tahun 2016, juga selaku Komite Pembiayaan/Pemutus Kredit), Tersangka IV. HH (selaku Direktur PT. HS penerima Kredit 11 Miliar dari BJB Syariah Tahun 2016). 

Adapun yang dilakukan para tersangka adalah Pada tanggal 27 Juni 2016, Tersangka I. TS, Tersangka II. HA, dan Tersangka III. YG selaku Komite Pembiayaan pada BJB Syariah Pusat menyetujui pengajuan pembiayaan PT. HS (Tersangka IV) terhadap pembelian Kapal sebesar Rp.11.000.

000.000, dengan menerbitkan Surat Persetujuan Komite Pembiayaan.

Berdasarkan hasil penyidikan, bahwa persetujuan pembiayaan tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang ada, sehingga atas kredit yang dikucurkan BJB Syariah tersebut macet dan Jaminan Kapal pun tidak diketahui keberadaannya. "Drngan demikian, perbuatan para tersangka tersebut telah mengakibatkan negara dirugikan sekira Rp.11.000.000.000, atau sekitar jumlah tersebut dan pada saat ini sedang dilakukan proses perhitungan kerugian negara," ujarnya.

Para tersangka disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bahwa Tersangka I. TS, Tersangka II. HA, dan Tersangka III. YG telah ditahan sebelumya yaitu pada hari Kamis tanggal 17 Februari 2022 di Rutan Kelas II Pandeglang. Karena terlebih dahulu dilakukan penangkapan maka Tersangka IV. HH pada hari ini Jumat tanggal 18 Februari 2022 dilakukan penahanan di Rutan Kelas II Serang selama 20 hari terhitung sejak hari ini tanggal 18 Februari 2022 s/d tanggal 09 Maret 2022.

Adapun alasan penahanan terhadap tersangka adalah, aasan Subyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 1 KUHAP) yaitu : Dalam hal kekhwatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Alasan obyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP) yaitu : Tindak Pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 tahun lebih.**(Ar.-gun)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved