Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Presiden Jokowi Apresiasi Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Di Riau

Editor : Ind
Senin, 22 Feb 2021 06:01 WIB | dilihat: 120 kali

 

AmanatRakyat.com (PEKANBARU) - Presiden RI, Joko Widodo mengapresiasi penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditetapkan oleh  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai dari 15 Februari 2021 hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI dalam pengarahannya kepada peserta Rapat Koordinasi (Rakornas) pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2021, di Istana Negara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/2/21). Gubernur Riau Syamsuar hadir secara langsung pada Rakornas tersebut.

"Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla ini bagus, bersiap-siap. Jangan sampai nanti administrasi nya payung hukumnya belum siap kebakarannya membesar mau melakukan sesuatu tidak ada payung hukumnya," ujarnya.

 

Sementara  Wakil Gubernur Riau (Wagubri) di gedung daerah usai mengikuti Rakornas  menjelaskan Provinsi Riau sudah melakukan antisipasi Karhutla, bahkan Riau di apresiasi oleh Presiden RI dengan gerak cepat sudah melakukan status siaga darurat Karhutla diawal waktu.

Wagubri menuturkan, awalnya penetapan Siaga Karhutla ini karena sudah ada dua kabupaten yang melaksanakan siaga darurat dan dilanjutkan dengan enam kabupaten lainnya.

"Ini diapresiasi oleh Presiden, beliau tidak ingin ada keterlambatan. Pengalaman tahun 2015-2019 cukup memberikan pelajaran," ujarnya.

Ia menyampaikan, semua yang sudah dilakukan Pemprov Riau ini diharapkan disinergikan dalam pelaksanaanya di lapangan.

"Jadi beliau juga mengingatkan apa yang sudah menjadi komitmen beliau tahun 2016 ini masih tetap berlaku, artinya beliau mengulangi apa yang beliau sampaikan," ucapnya.

Menurut Wagubri, Presiden RI tidak ingin adanya keterlambatan dalam penanganan Karhutla ini, karena upaya pencegahan jauh lebih penting kalau sudah terjadi itu memakan biaya sampai triliun rupiah.

"Semua Satgas Karhutla sudah kita siapkan, petugas personil sudah kita siapkan dan antisipasi sudah dari awal kita lakukan," ungkapnya. ***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved