Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Sekda Bengkalis Minta Tokoh Agama Kawal Penyebaran Aliran Sesat

(ismail)
Selasa, 26 Jan 2016 09:48:52 WIB | dilihat: 26716 kali
Foto:

Sekda Bengkalis, H Burhanuddin.




BENGKALIS - Desa Koto Reja, Kecamatan Siak Kecil merupakan daerah yang dinilai rawan terhadap pengaruh dari luar, karena merupakan jalan lintas antar kota-dalam Provinsi. Untuk itu tokoh agama diminta waspada dan selalu mengontrol penyebaran aliran sesat di wilayah ini.

Hal itu disampaikan Sekdakab Bengkalis, H Burhanudin saat memberikan arahan pada acara Khaul Syah Abudl Kadir Al Jailani ke- 876 di Masjid Kampung Koto Reja, Senin (25/12016). Panitia menghadirkan KH Misbah Ali Mahfudz dari Cilacap untuk mengisi tausiah. Turut hadir KH Ma'sum Anwar daro Gorontalo, Camat Siak Kecil Alfi Mukhdor, Anggota DPRD Bengkalis Azmi dan Fakhrul Nizam, Pimpinan Toreqoh Khodiriah Wanahsabandiyah Al-Mutawaroh Gus Fuad Wibowo, Ketua NU Kabupaten Siak KH Faturohman dan sekitar 500 jamaah memadati halaman masjid.

"Gencarnya arus teklogi dan globalisasi sangat berdampak bagi generasi muda, ditambah lagi saat ini penyebaran paham-paham menyimpang baik itu paham ekstrim dan aliran sesat, pendangkalan akidah umat Islam. Kami mengajak para tokoh masyarakat untuk mengawal penyebaran aliran sesat, jika menemukan hal yang janggal, mohon untuk dikoordinasikan," ujar Sekda.

Menurut Burhanudin, Koto Raja merupakan daerah lintasan, rentan terhadap pengaruh dari luar.

Ia mengajak tokoh agama dan para orang tua untuk menangkal pengaruh yang bisa merusak budaya dan akidah umat.

"Untuk membentengi keluarga dari pengaruh negatif dan pendangkalan akidah, maka perlu digalakkan pengajian, salah satunya sepeti Khaul kali ini," ujar Burhanudin.

Lebih jauh, Burhanuddin mengingatkan budaya magrib mengaji yang telah menjadi perogram pemerintah baik tingkat kabupaten dan Riau hendaknya dilakukan masyarakat secara kultural, membaca Al Quran di waktu magrib bukan hanya dianjurkan bagi anak-anak, namun orang tua juga seharusnya melakukan hal yang sama.

"Budaya Maghrib mengaji tidak hanya dianjurkan untuk generasi muda, namun juga untuk orang tua," tegas Burhanudin.

Di lain pihak, Panitia Khaul H Ilyas mengucapkan terimakasih kepada Sekdakab Bengkalis yang telah rela meluangkan waktunya menghadiri dan mengikuti kegiatan khaul kali ini. Ilyas menilai kehadiran Sekda kali ini sebagai bentuk perhatian kepada jamaah Toreqoh Khodoriah di Koto Raja.

''Kami mengucapkan terimakasih kepada Sekda atas kehadirannya kali ini mewakili Bupati, sebenarnya Sekda punya jadwal tugas ke Jakarta namun kali ini beliau memilih hadir di tengah kita," kata Ilyas seraya menjelaskan Khaul Seh Abdul Kodir Al-Jailani diperingati jamaah Toreqoh setiap tahun, sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Kholiq.(ail)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved