Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Keasrian Hutan Mangrove di Negeri Seribu Parit Indragiri Hilir

IK
Selasa, 19 Jan 2016 09:58:48 WIB | dilihat: 1158 kali
Foto:

hutan mangrub di inhil



MANDAH - Tak bisa dipungkiri bahwa buatan manusia tak seindah buatan tuhan, begitu pun hutan mangrove yang tumbuh alami di Pulau Cawan Kabupaten Inhil (Indragiri Hilir) Provinsi Riau.

Dengan memiliki ciri khas tersendiri membuat para wisatawan terpesona akan keindahan tumbuhan mangrove tersebut.

"Ini hutan magrove yang terindah yang pernah aku lihat, dengan tumbuh secara alami yang memiliki gaya eksotisnya tersendiri," kata Bupati Inhil, HM Wardan, Sabtu (16/1/2016).

"Saya kira ini sudah tumbuh 20 sampai 30 tahun lamanya. Tumbuhan mangrove pun terpelihara dengan baik, saya memberikan A plus kepada penduduk pribumi disini yang menjaga hutan ini. Sehingga tak jenuh - jenuhnya pohon mangrove ini terus berkembang secara alami," herannya.

Orang nomor satu di kota seribu parit ini berharap kepada masyarakat se-Kabupaten Inhil, untuk menjaga amanah yang diberikan Tuhan dengan cara menjaga maupun melestarikan hutan mangrove ini.



"Saya akan berusaha untuk mengembangkan tentunya juga dari dukungan semua pihak. Dan ini akan menjadi kawasan wisata yang memang betul memiliki daya tarik tersendiri," sambungnya.

Bukan hanya Wardan yang tercengang dengan keindahan hutan mangrove ini, Kepala DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), Wiryadi, S.sos Msi pun tak bosan memandangi pohon mangrove yang tumbuh rindang.

"Di Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 79 jenis sepsies pohon mangrove tetapi 60 jenis spesies ini tumbuh di Kabupaten Inhil khusnya ada di Pulau Cawan," ujar Wiryadi sembari melihat pohon pohon mangrove yang tumbuh rindang.

Seperti yang diinginkan pemda dengan lihat kesunguhannya untuk melastarikan hutan mangrove, Lanjut Wiryadi, sudah melakukan berbagai hal di antaranya insprastrukurnya sudah terpenuhi.

"Bukan hanya keasrian hutan mangrove saja tetapi ditambah dengan penduduk pribumi menangkap, ikan, kepiting, udang tengek, dengan cara memancingnya itu menambah ciri khas tradisonal masyarakat disini," tutupnya. (Adv/hum)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved