Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kakek Ini Sakit di Batam,
Tinggal di Masjid, dan Tak Dipedulikan Anak-anaknya

trbun batam
Jumat, 10 Feb 2017 16:04:22 WIB | dilihat: 545 kali
Foto:

AL menuntun si kakek di RS Otorita Batam, Sekupang (Facebook/AL)



BATAM - Seorang pria bernama M Ibnu Alam Ainuri mengunggah kisah pertemuannya dengan seorang kakek yang tidak bisa berobat di sebuah klinik.

Sebabnya, si kakek ini tidak memiliki surat-surat yang lengkap sehingga si kakek diminta berobat langsung ke RS Otorita Batam, Sekupang.

Ternyata tidak hanya masalah berobat, kakek ini menceritakan kisah hidupnya yang getir di Batam.

Kakek yang pernah bekerja di McDermott ini kini hidup sebatang kara kerena anak-anak yang sebenarnya ada di Batam dan sudah bekerja, ternyata tidak mempedulikannya.

Kakek ini datang dari kampung halamannya, Medan ke Batam, sejak delapan bulan lalu, untuk menemui anak-anaknya dan melihat cucu-cucunya, tetapi keinginannya itu tidak dipenuhi oleh sang anak.

Tidak disebutkan nama dan usia si kakek ini.

Kisah ini kemudian diunggah Ibnu Alam di Facebook, Senin (6/2/2017) lalu dan mendapat tanggapan luas oleh netizen.

Sampai Rabu malam, postingan ini mendapat reaksi 31 ribu netizen, mendapat 12 ribu komentar dan dibagikan 23,5 ribu lebih.

Banyak netizen yang menangis membacanya.

Berikut cerita pemilik akun AL ini, dengan sedikit editan kata dari Tribun Batam.

Ini adalah kisah nyata yg saya alami pagi tadi. Saat pergi nganter anak saya utk imunisasi pertama di klinik deket rumah.

Saya melihat bapak ini sedang bicara dengan petugas klinik yang saya dengar sempat menolak kelengkapan dokumen/surat2 rujukan yang telah dibawa bapak tersebut.

Sambil saya melihat apa yang dibawa ternyata memang tidak lengkap dan petugas menyuruhnya langsung ke RS langsung.

Yang ada di pikiran saya kenapa bapak yg udah sedemikian ini harus membela bertahan pada hidupnya tanpa didampingi oleh keluarganya SATUPUN!!

Saya belum hiraukan keadaan bapak itu dan saya kembali mengambil mobil di parkiran klinik sambil membawa anak2 dan istri masuk ke dalam mobil.

AL menuntun si kakek di RS Otorita Batam, Sekupang

AL menuntun si kakek di RS Otorita Batam, Sekupang (Facebook/AL)

Setibanya di pintu keluar klinik, saya melihat bapak itu ingin naik angkot tetapi si sopir angkot bilang "jurusan angkot ini tidak sesuai dengan tujuan bapak".

Saya melihat ada ibu-ibu penjual kue depan klinik memberikan sedikit untuk bekal bapak itu sambil membantu berbicara dengan si sopir angkot tersebut.

Akhirnya saya berhenti mendadak di depan mobil angkot tersebut dan akhirnya saya hampiri beliau dan saya bertanya, "Bapak mau kemana? Mari saya antar saja sekalian, saya mau ke arah pulang ke rumah."

Sambil merenta2 dengan tongkatnya yang sudah tua hampir lapuk, bapak itu menjawab

"Saya ingin pergi ke daerah jodoh cuk, karena ingin naik Damri saja ke RS karena murah biayanya, cuma empat ribu rupiah saja."

 

Saya tuntun beliau masuk ke dalam mobil.

Akhirnya tanpa pikir panjang langsung saya antar beliau ke arah RS Otorita Batam karena bapak itu sudah biasa merujuk sakitnya ke sana.

Di dalam perjalanan, saya dan istri sempat ngobrol.

Bapak ini mempunyai tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang berdomisili di Batam, Salah satu diantaranya yang laki-laki berkerja di bank dan yg satu lagi di pergudangan/kargo.

Tapi Beliau berkata, "Saya sudah 8 bulan di Batam dari Medan dan sekarang saya tinggal di masjid daerah Jodoh cuk, Tidak ada satupun anak saya yang rela merawat saya yang sudah seperti ini, padahal mereka telah memiliki rumah.

Saya hanya tinggal tunggu hari tua saya saja cuk, anak- anak saya semuanya sukses-sukses dan bergaji besar. Bahkan saya menelpon untuk mengetahui kabar cucu saya saja mereka tidak mau mengangkat teleponnya. Saya tidak meminta uang pada mereka. Saya hanya ingin tahu kabar cucu saya saja, tapi mereka tidak mau angkat telepon saya. Saya sewaktu muda dulu pernah berkerja di McDermott di Batam selama 13 tahun dan ketika saya mendengar kabar ayah saya sakit dan tidak berdaya di kampung, akhirnya saya dan anak- anak saya, saya bawa kembali ke Medan. Dan akhirnya kami lama di Medan. Tapi mengapa Allah membalasnya dengan seperti ini? Satupun anak saya tidak ada yang mau merawat saya ya Allah (sambil mengucurkan air mata, Beliau berkata terbata-bata mengatakan pendengarannya saat ini tinggal 20 persen)." Subhanallah

Suasana sudah semakin dalam dan hening dan penuh hikmat saya mendengar semua cerita bapak itu, sampai saya pun tdk sanggup lagi menahan sedih mendengar keadaan beliau.

Spontan langsung ingat dengan orangtua saya.

Maha suci Allah yang Maha Agung dan Maha Besar. Engkau sesungguhnya sebaik-baiknya penolong dalam segala keadaan.

Sesampainya di RS Otorita, saya langsung bawa Beliau ke petugas rumah sakit dan penuh dengan rasa lega, alhamdulillah, ternyata petugas di sini kenal baik dengan bapak ini.

 

Petugas bilang "Nggak apa-apa, Mas. Bapak ini sudah sering ke sini. Masnya bisa tinggalkan Beliau. Biar kami yang merawatnya. Terima kasih, ya, Mas, sudah mau mengantar ke sini "

Saya tidak bermaksud apa-apa dengan postingan ini,

Saya hanya ingin anak-anaknya tahu bahwa ayahnya sangatlah membutuhkannya di saat-saat ini.

Hanya kebahagiaan bersama orang-orang tercintanya saja yang Beliau harapkan di hari tuanya ini.

Utk teman-teman/saudara-saudaraku yang baik di Batam

Bagi yang kenal dengan Bapak ini, tolong kabarkan ke sanak-keluarganya ataupun lebih baik lagi kalau ada keluarganya yang membaca postingan saya ini.

Bapak ini sedang mengalami sakit parah (saya belum tahu Beliau sakit apa)

Beliau sekarang tinggal di mesjid daerah jodoh.

Untuk detail keberadaan Beliau, bisa langsung datang ke petugas RS Otorita Batam karena mereka sudah sering membantu bila Bapak ini berobat kesana.

Selamat sore,

Semoga hari ini menyenangkan...

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved