Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
BEM UR Desak Kapolda Mengusut,
Beredar Foto Diduga Petinggi Polda Riau Pesta dengan Bos Perusahaan Terduga Pembakar Lahan

Mad
Jumat, 02 Sep 2016 10:22:22 WIB | dilihat: 4070 kali
Foto:

SP3 15 perusahaan terduga pembakar lahan kembali ramai digunjingkan, menyusul beredarnya foto terduta sejumlah petinggi Polda Riau pesta bersama bos perusahaan terkait. BEM UR desak pengusutan.



PEKANBARU-AR.COM- Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Unviersitas Riau (UR) mengeluarkan pernyataan sikap terkait beredarnya foto diduga beberapa perwira tinggi Polda Riau sedang pesta pora bersama bos perusahaan terduga pembakar lahan yang kasusnya di-SP3-kan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) Polda Riau.

Dalam foto tersebut terlihat beberapa orang yang diduga merupakan sejumlah perwira tinggi Polda Riau sedang bergembira ria dalam sebuah pesta minum-minum yang diduga di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru bersama diduga bos PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL), salah satu perusahaan terduga pembakar lahan yang kasusnya dipeti-eskan Polda Riau. Foto dengan tulisan “Petinggi polisi sedang kongkow-kongkow dengan bos PT pembakar lahan” tersebut viral di sejumlah media sosial sejak kemarin. 

Presiden BEM UR Abdul Khair saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/9/16) menyatakan bahwa foto tersebut sudah diterima pihaknya sejak kemarin dan langsung dibahas secara internal sebelum mengeluarkan pernyataan sikap. 

“Sungguh, jika benar foto tersebut itu sangat menyakini hati masyarakat Riau. Kapolda harus mengusut. Jika benar, wajib ada tindakan tegas, sementara jika tidak, harus ada klarifikasi,” tuturnya Khoir.

 

Dikatakan Khari, beredarnya foto tersebut sangat mencoreng kredibilitas Polda Riau, terlebih muncul di saat gencarnya protes terkait keluarnya SP3 terhadap 15 perusahaan terduga pembakar lahan. Masyarakat wajar mencurigai Polda Riau ‘main mata’ dengan perusahaan-perusahaan yang dibebaskan dari proses hukum tersebut. 

“Ini masalah serius bagi Polda. Aneh, jika tidak ditindaklanjuti. Karena itu, kita memberi waktu sampai tiga hari. Kalau tidak ada respon, kita akan menggelar aksi turun ke jalan,” tutur Khair. 

Sementara itu Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto yang dikonfirmasi riauterkinicom melalui WhatsApp (WA) sejak pagi tadi, belum memberikan penjelasan.rls rtc.com***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © PT. Tuah Melayu Pers
All right reserved